Hiii, Korban MUTILASI di BAKAR

GUNUNG KIDUL, SENIN- Hingga Senin (16/6) petang ini polisi belum juga berhasil mengidentifikasi korban mutilasi di Gunung Kidul yang diduga dibakar oleh pelakunya. Apalagi, kondisi jenazah saat ditemukan dalam kondisi terbakar 95 persen, sehingga sangat sulit dikenali.

Mayat korban mutilasi yang didua dibakar pelakunya itu ditemukan warga pada hari Minggu (15/6) sekitar pukul 20.00, oleh dua orang warga. Lokasinya di Alas Guo, Petoyan, Desa Giri Tirto, Purwosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Lokasi ini merupakan bulak panjang antara Purwosari-Panggang. Mayat ditemukan persisi di belakang sebuah bangunan bekas kantor PDAM.

Awalnya, dua orang saksi Suyono (22) dan Jalu Sujiyono (28) yang sedang berjalan melintas di bulak itu mengira ada orang membakar daging di belakang kantor tersebut. Mereka juga melihat sebuah mobil minibus Suzuki Carry warna silver dengan plat nomor D (Bandung) diparkir di pinggir jalan dekat kantor itu.

Karena curiga, Suyono dan Jalu lalu kembali ke arah pasar untuk memberitahukan apa yang mereka lihat. Bersama warga mereka menuju ke lokasi kejadian, tetapi Suzuki Carry itu sudah tidak ada. Ketika didekati, ternyata yang terbakar adalah sesosok mayat yang terpotong-potong. Api masih menyala membakar tubuh korban.

Kondidi mayat yang diduga pria itu dalam keadaan hangus dan sulit dikenali. Dari lokasi kejadian ditemukan uang Rp 1.000 dan potongan tali rafia. Baju yang melekat nyaris terbakar semua. Hanya tersisa robekan baju di belakang tubuh korban.Kedua kaki korban masih terikat plak ban warna hitam, sementara dua tangannya telah dipotong.

Atas penemuan mayat itu, malam itu juga polisi kemudian membawanya ke Puskesmas setempat guna pemeriksaan jenazah. Senin siang tadi jenazah korban dibawa ke RS dr Sardjito Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Urusan Intel Polres Gunung Kidul Ipda Edy Purnomo menyatakan, polisi mengalami kesulitan mengidentifikasi korban karena hampir seluruh tubuh korban terbakar. Ia menambahkan, pembakaran diduga tdiak lama sebelum korban ditemukan warga. Sebab, ketika polisi tiba di lokasi masih mencium bau minyak bercampur spiritus.

Untuk mengusut kasus ini, Senin siang tadi polisi kembali melakukan penyisiran di lokasi kejadian yang tergolong gelap dan sepi, apalagi pada malam hari.

Catatan Kompas, untuk korban terbakar polisi biasanya mengidentifikasi korban atas dasar ciri-ciri tertentu yang masih tersisa pada tulang dan gigi. Salah satu syaratnya adalah ada keluarga yang melapor kehilangan keluarga dan bisa mengenal ciri fisik itu.

Karena itu, polisi mengimbau warga yang kehilangan kerabat datang ke Polres Gunung Kidul. Tidak tertutup kemungkinan korban bukan warga Gunung Kidul, tetapi dibunuh di suatu tempat dan kemudian dibuang ke Gunung Kidul.

Satu Tanggapan

  1. mbak/mas hehehe… wordpressnya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
    http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=6719 sekarang wordpress juga bisa bergabung , dulu hanya blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: