Stadion Final Euro 2008 Tempat Propaganda Nazi

STADION Ernst Happel di Wina, Austria, 29 Juni 2008 nanti akan mencatat sejarah. untuk pertama kalinya, stadion berjuluk Old Lady atau Nyonya Tua itu menggelar ppartai final Piala Eropa 2008, sekaligus mejadi sanksi siapa yang bakal menjadi penguaa sepakbola Eropa.

Event itu mengingatkan orang kembali pada 70-an tahun lalu. Stadion tersebut juga menjadi saksi paling kelam dalam sejarah manusia. Menjadi tempat propaganda fasis Nazi, juga pembantaian kaum Yahudi.

Pada 1 Mei 1934, rakyat Austria, terutama anak-anak sekolah, dimobilisasi ke stadion tersebut. Mereka mendengarkan pidato b ersejarah Kanselir Austria, Engelbert Dolfus, dalam memeringati Hari buruh Internasional. Dia memproklamasikan konstitusi baru yang membawa Austria menjadi negara totaliter.

Empat tahun kemudian, tepatnya 3 April 1938, stadion tersebut menjadi tuan rumah pertandinngan aneksasi yang disebut Anschluss Spiel, antara timnas Jerman lawan timnas Austria. Pertandingan itu untuk merayakan aneksasi Nazi Jerman di bawah pinpinan Adolf Hitler kepada Austria. Tentara Nazi menguasai Austria pada 12 Maret 1938.

Pertandingan itu juga menjadi tanda bergabungnya Austria dalam kekuasaan Nazi. Austria mengalahkan Jerman 2-0. Hasil yang cukup memalukan para pejabat tinggi Nazi yang hadir pada pertandingan itu. Mereka sangat berharap Jerman yang menang. Sebab, itu akan menegaskan aneksasi jerman atas Austria.

Seminngu kemudian, 10 April 1938, diadakan referendum. Hasilnya, Austria secara mutlak di bawah kekuasaan Nazi dan berema tergabung dalam Reich Ketiga.

Di bawah kekuaaan nazi, Stadion Ernst Happel seamkin menjadi tempat propaganda ideologi Hitler tersebut. Pada 10 dan 11 September 1939, dijadikan markas Gestapo Jerman. Mereka telah menangkap 1.000 orang Yahudi.

Di stadion itu pula, orang-orang Yahudi itu mendapat siksaan. Direktur Departemen Antropoligi di Museum Sejarah di Wina, Josef Wastl mengatakan, pihaknya telah menguji 440 tawanan yang disiksa. Para tawanan tersebut akhirnya diangkut ke kamp konsentrasi di Buchenwald, pada 30 September 1939.

Serentetan kenangan pahit itu masih terpatri dan menjadi bagian dari sejarah Stadion Erst Happel. Stadion ini awalnya bernama Pratter. Stadion tersebut dibangun selama 23 bulan dan dibuka pada 1931.

Terbuat dari baja, kaca dan bahan bangunan lain, stadion tersebut sempat dinilai sebagai paling modern di dunia. Stadion yang dirancang arsitek Jerman, Otto Ernst Schweizer ini, awalnya berkapasitas 60.000 orang.

Pada 1950-an, stadion ini direnovasi dan kapasitasnya menjadi 90.000 orang. Pada 1986, stadion itu kembali direnovasi. Dan, pada 1993, nama stadion berubah menjadi Ernst Happel, untuk mengenang pelatih legendaris Austria.

Ditunjuk sebagai final Piala Eropa 2008, stadion ini bakal kembali dikenal orang seluruh dunia, setelah lama dilupakan. Penyelenggara di Austria memilih merenovasinya, daripada membuat stadion baru hanya untuk partai final. Sebab, stadion itu memiliki arti yang besar buat Austria. Dana sebesar 36,9 juta euro sekitar Rp536,2 milar) digelontorkan untuk mempercantik stadion.

Stadion Ernst Happel pun semakin gagah. Namun, bentuk aslinya tak banyak berubah. Karena itu, stadion itu tak hanya akan mengingatkan kebesaran sepakbola Austria, tapi juga sepak-terjang nazi di negeri itu. (HPR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: