Polisi Pemerkosa Tahanan Divonis Tiga Tahun

Pemerkosa

Pemerkosa

SEMARANG, KAMIS –

Pengadilan Negeri Semarang memvonis Suparman (26), mantan anggota Kepolisian Resor Semarang Selatan, Jawa Tengah, berpangkat Brigadir Satu, dengan pidana penjara selama tiga tahun, Kamis (24/7). Suparman dihukum karena terbukti memerkosa Sum (25), seorang tahanan wanita di Polres Semarang Selatan, yang ia jaga.

Suparman didakwa majelis hakim yang diketuai Tampubolon dengan pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kejahatan terhadap Kesusilaan. Majelis hakim berkesimpulan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum, yaitu pasal 285 KUHP. “Terdakwa divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun dipotong masa tahanan. Terdakwa ditahan sejak 8 Maret 2008,” jelas Tampubolon.

Hal-hal yang meringankan terdakwa, menurut majelis hakim, terdakwa telah mengakui perbuatannya itu dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Selain itu, korban telah memaafkan perbuatan terdakwa. Terdakwa juga bertindak sopan dan kooperatif selama proses persidangan.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah bahwa terdakwa saat melakukan perbuatannya menjabat sebagai polisi yang seharusnya menjaga tahanan. “Saat melakukan perbuatannya itu, terdakwa mengetahui kondisi korban yang saat itu sedang hamil,” imbuh Tampubolon.

Menanggapi putusan yang dijatuhkan hakim, terdakwa langsung menerima putusan tersebut sambil menolak berkonsultasi dengan kuasa hukum terdakwa. Jaksa penuntut umum Eko Suwarni juga menerima putusan hakim.

Sekretaris Komisi Perempuan Indonesia Jawa Tengah Ida Budhiati, menanggapi vonis yang dijatuhkan hakim terhadap polisi pemerkosa tahanan itu terlalu rendah dan tidak memenuhi rasa keadilan dibanding apa yang dirasakan korban. “Mestinya, hakim menjatuhkan vonis sesuai dengan hukuman maksimal pada undang-undang. Jika hanya dihukum tiga tahun penjara, itu tidak akan memberikan efek jera kepada pelaku,” tutur Ida.

Menurut Ida, dengan memberikan hukuman maksimal kepada pelaku diharapkan mampu memberi efek jera, khususnya bagi polisi yang seharusnya melindungi dan menjaga tahanan. Dengan hukuman yang ringan, pelaku justru akan menganggap enteng vonis.

Suparman memerkosa Sum di ruang tahanan Polres Semarang Selatan pada Jumat, 7 Maret 2008, pukul 04.00. Sum, yang ditahan bersama tiga tahanan wanita lainnya, diperintahkan keluar oleh Suparman dan diperkosa di ruang tahanan yang lain.

Suparman saat itu sedang bertugas menjaga tahanan bersama dua anggota polisi lainnya. Namun, kedua polisi tersebut tidak mengetahui perbuatan Suparman karena mereka berjaga di pintu depan menuju tahanan. Sum lantas melaporkan perbuatan Suparman ke petugas piket pada pukul 10.00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: