Modus Baru Penyedotan Pulsa

Saat ini Ada Modus Baru “Sedot Pulsahati-hati dikarena kan banyak sekali yang menyediakan tip tersbut …Hehehhe

Seperti cerita Dibawah Ini
BALIKPAPAN, TRIBUN–Senin (28/7) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, markas Tribun Kaltim, di Jalan Indrakilla, Strat III, Balikpapan, Kalimantan Timur, geger. Dua orang petugas satpam sibuk masuk ke ruang redaksi.

Dalam keadaan tergopoh-gopoh keduanya bertemu dengan Manager Redaksi Arif R Rachman. Kepada Arif, kedua petugas keamanan itu mengaku mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai karyawan Telkom.

Intinya, wanita itu memberitahukan bahwa ada satu pesawat PABX yang masih menggantung. “Kalau tidak ditutup pulsanya terus berjalan Pak,” kata seorang petugas Satpam. Mendengar laporan itu, Arif memerintahkan sejumlah awak redaksi unntuk mengecek masing-masing gagang telepon.

Abdu Kudu, seorang wartawan kota yang kebetulan masih berada di kantor segera masuk ke ruang Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Achmad Subechi. “Maaf Pak, mau mengecek pesawat, karena tadi ada telepon dari Telkom, katanya ada satu pesawat yang masih mengantung dan pulsanya terus berjalan.

Seketika itu juga ia segera memerintakan kru redaksi ngecek satu persatu pesawat yang ada di ruangan redaksi. Hasilnya nihil. “Besok pagi, tolong cek ke Telkom, nomer berapa yang mengantung dari dari pesawat mana. Ini aneh, masak kantor sudah sepi kok masih ada saja orang yang telepon,” gumannya.

Sekitar pukul 03.00, petugas keamanan kantor kembali datang. Ia menceritakan bahwa wanita yang mengaku sebagai karyawan Telkom kembali telepon. “Saya enggak tahu maksudnya Pak. Dia mau bicara dengan bapak.”

Begitu gagang telepon diangkat, wanita itu dengan nada marah-marah meminta Achmad Subechi agar segera menghubunginya ke nomer yang sudah ditentukan.. “Silakan hubungi kami ke 08091000100 ke pesawat 168. Hubungi Dinda. Telepon bapak ini menggantung. Pulsa terus berjalan dari tadi sehingga overload. Tim kami sedang membantu menyelesaikannya, supaya bapak tidak rugi. Karena itu bapak segera hubungi kami,” kata wanita yang mengaku bernama Dinda bergegas menutup teleponnya.

Karena penasaran, apalagi mengaku dari Telkom Balikpapan, Achmad Subechi segera menghubungi nomer telepon yang disarankan. “Maaf,, berapa nomer tujuan dari kantor kami yang anda anggap menggantung?” tanya Achmad Subechi.

“Maaf.. bapak namanya siapa dan berapa nomer hanphone bapak?” tanya wanita itu balik. Lalu Achmad Subechi memberikan nomer telepon seorang fotografer yang kebetulan dinihari itu sedang piket di kantor. “Nomer tujuan yang menggantung itu nomernya 735015,” kata Dinda. Alamaak… Nomer yang disebut tadi adalah nomer redaksi Tribun Kaltim.

Karena tetap penasaran, Achmad Subechi lalu menghubungi nomer 08091000100 ke pesawat 168, seperti yang disarankan Dinda. Begitu tersambunng, Dinda dengan nada tegas meminta Achmad Subechi agar meletakkan gagang teleponnya. “Lho untuk apa? Dan butuh waktu berapa lama?” “Ini semua untuk menetralisir telepon bapak yang menggantung. Kami akan nolkan kembali Pak. Pokoknya segera hubungi Dinda,” tuturnya.

Karena meragukan, Achmad Subechi tak menghiraukannya. Ia lalu menutup telepon. Tak lama kemudian, wanita itu kembali telepon ke handphone fotografer. Lucunya, sang penelepon menggunakan nomer dari pesawat handphone. “Kok enggak telepon. Kami ini membantu bapak menetralisiir pulsa. Segera saya tunggu,” cetusnya.

Sapto, sang fotografer lalu melapor ke Achmad Subechi. Nah untuk meneliti kebenarannya, Achmad Subechi lalu menghubungi nomer itu kembali. “Bapak ini gimana sih… Tolong gagang teleponnya jangan ditutup dan diletakkan saja di sampingnya. Kira-kira butuh waktu dua jam,” pintanya.

Untuk memancingnya, Achmad Subechi lalu meletakkan gagang telepon itu. Satu menit kemudian telepon ditutup. Lagi-;lagi sang wanita menelpon HP sang fotogfrafer. “Kok ditutup. Kan belum dua jam.”

Mendengar pertanyaan itu Achmad Subechi segera menimpali, “Anda jangan mengaku-ngaku dari Telkom. Kami sudah mengeceknya.” Seketika itu juga telepon segera ditutup dan tak terdengar lagi telepon berdering.

Dini hari itu juga Achmad Subechi mengeceknya ke kantor penerangan telepon. “Hati hati Pak. Kami dari pihak Telkom tidak memiliki nomer 08091000100. Bisa jadi itu penipuan. Atau bapak silakan cek ke 147,” kata petugas Telkom. Jawabannya tetap sama. “Hati-hati…!! Bisa jadi ini modus baru untuk menjebol pulsa,” kata petugas 147. Nah lho… sudah berapa banyak masyarakat yang jadi korban? Selanjutnya, ia menghubungi rekannya di Mabes Polri, agar melacak nomer tersebut. (bec)
(www.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: